Tentang Masjid Al-Manshur
SEJARAH BERDIRINYA MESJID AL-MANSHUR JUMBASebelum mesjid dibangun,di desa jumba hanya ada langgar /mushalla saja( pada waktu itu desa jumba masih satu desa dengan desa lain dengan nama jarang kuantan) maka kalau hari jum'at untuk melaksanakan salay jum'at warga harus pergi ke Mesjid Sungai Banar ,yang letaknya sangat jauh untuk ukuran jalan kaki waktu itu, yaitu kurang lebih 3(tiga)kilometer.Hal ini dirasakan oleh para tokoh/tertuha masyarakat. Maka sekitar tahun 1956 masyarakat(para tetuha) sepakat untuk menjadikan langgar yang ada menjadi mesjid, agar pada hari jum'at dapat melaksanakan salat jum'at di tempat yang lebih dekat.Setahun kemudian melaui kesepakatan maka mulailah dibangun sebuah mesjid yang mengambil tempat disamping langgar tadi agak belakang, yaitu diatas tanah yang diwakafkan oleh dua orang yaitu Nini Kuluman dan H. Manshur.pembangunan mesjid tahap pertama ii sangat sederhana, yaitu dari bahan kayu dan di kerjakan secara gotong royong, baik dari segi dana dan pengerjaannya. Adapun yang sangat berperan pada masa itu adalah tuan guru H. Indar dan H.NainMesjid tersebut kemudian diberi nama Al-Manshu yaitu seorang warga jumba yang kemudian merantau ke Tungkal Tembilahan Jambi Sumatera-PERKEMBANGAN SELANJUTNYATahun-tahun berikutnya Mesjid Al-Manshur selalu mengalami perkembangan dan perbaikakan -perbaikan sesuai dengan perkemangan dan bertambahnya warga dan kemajuan tingkat penghidupan masyarakat. Walaupun sejak awal berdirinya mesjid belum ada pengurus atau panitia yang resmi yang tersusun dalam sruktur organisasi seperti sekarang ini, namun karena kewibaan para tertuha dan penghormatan dan ketaatan warga, maka mesjid ini selalu mengalami peningkatan baik sari segi bagunan maupun dari segi kemakmuran jama'ahnya.Baru pada tahun 1982 mulai debentuk pengurus mesjid secara terorganisai , waktu iti diketuai oleh Ahmad Gazali Karim. Beliau adalah cucu dari H.Manshur yang telah mewakafkan tanahnya untuk lokasi mesjid tersebut. Namu kepengurusan ini hanya berupa pengurus inti yaitu ketua,wakil,sekretaris dan bendahara, belum ada pembagian seksi-seksi. Kepengurusan ini selama dua periode yaitu sampai tahun 1989.Pada tahun 1989 diadakan musyawarah pembentukan kepengurusan yang baru maka terpilihlah H. Jumbera sebagai ketua. Beliau adalah saudara H.Nain. Sekitar tahun 1990 bangunan mesjid direhab total, yaiti dibangun lebih besar dan dari bahan seme(beton). Mengingat pada waktu itu bagunan yang sudah ada sangat tua dan sudah tidak dapat menampung jama'ah yang semakin banyak.Periode berikutnya kepenguruan kembali diketuai oleh bapak Akhmad Gazali Karim(yaitu tahun 1993-1996). Dan pada tahun 1997 dibentuklah kepengurusan yang lengkap dengan pembagian seksi-seksi. Waktu itu ketua umumnya Adalah H. Arbainsyah.Demikianlah kepengurusan mesjid silih berganti sesuai dengan dinamika pertumbuhan masyarakat, demikian juga pembangunan dan upaya kemakmuran mesjid senantiasa bergerak seiring dengan kemajuan dan tuntutan keadaan masyarakat.Hingga pada tahun 2017 dibentuklah kepengurusan mesjid berupa badan, yaitu badan pengelola Mesjid AL-Manshur Desa Jumba Kecamatan Amuntai Selatan dengan Akte Notaris No 18, dengan personalia terlampir, sampai sekarang.- LETAK DAN WARGA JAM'AHMesjid Al-Manshur terletak di Desa Jumba RT. IV Kecamatan Amuntai Selatan . Demikian strategis letak tersebut, sehingga jama'ah shalat jum'at di mesjid ini meliputi 8 jama'ah langgar yaitu RT I Jumba, RT.II, RT.III, RT. IV DAN RT. V, serta jama'ah Murung Sari,Jamah Telaga Hanyar dan jama'ah teluk paring-LUAS BANGUNAN DAN LAHAN Mesjid Al-Manshur berdiri di atas lahan milik sendiri dengan luas 2221 m2 . Bangunan mesjid sebelum di rehab total berukuran 18 m x 18 m dengan tambahan teras. Sedangkan bangunan renovasi total mesjid yang sedang berlangsung saat ini adalah: Ruang Utama lantai 2 ukuran 20m x 20m ditambah ruang Mihrab dan teras keliling ukuran rata-rata 3m x 90 m maka total luas bangunan adalah 900 m2- KEGIATAN KEMAKMURAN Di samping shalat berjama'ah lima waktu yang selatu di laksanakan, juga dilaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan seperti, pengajian-pengajian agama, pembacaan kitab kuning, yasinan dan pembacaan maulid serta shalawat-TK/ TPAPada tahun 1999 dimulai dilaksanakan TK/TPA yang bertempat di dalam mesjid dan kemudian di emperan mesjid. Demikian pesatnya perkembangannya, maka pada tahu 2004, dapat di bangun gedung khusus untuk TK/TPA tersebut.Pembangunan untuk gedung TK/TPA yang berukuran 10m x 16m permanen yang menghabiskan biaya Rp 100.000.000(seratus juta rupiah), yang sebagian dana bantuan dari Bapak Bupati yang selesai pada pertengahan tahun 2006 dan sudah digunakan, maka TK/TPA tersebut diberi nama "Miftah Anwar".Sejalan dengan perkembangannya santri-santriwati berjumlah 165 orang dan ustadz-ustadzahnya 25 orang. Pendidikan-pendidikan yang dilaksanakan adalah:1. Pelajaran tingkat iqra2. Pelajaran tingkat Al- Qur'an(tadarus)3. Pelajaran tingkat Tajwid4.Pelajaran tingkat Diniyah(pengetahuan agama)5. Kelompok belajar paket B (setingkat SLTP)6 Kelompok belajar paket C (setingkat SLTA)7.Pembelajaran Al-Qur'an untuk bapak-bapak dan ibu-ibu-PERANAN REMAJA MESJIDPerkembanmgan mesjid Al-Manshur tidaklah lepas dari peranan pemuda warga jama'ah yang tergabung dalam remaja mesjid Al-Manshur. Karena mesjid terletak dilingkungan padat warga,tergabung dalam remaja mesjid tidak kurangdari 70 orang. Oleh karena itu setiap adakegiatan pembangunan ,seprti gotong royong dan sebagainya, maka para remaja mesjid inilah yang sangat beperan, sedang para orang tua hanya sebagai membantu dan membimbing. Diantara kegiatan rutin remaja mesjid:1. Maulid Al-Habsyi setiap malam selasa2. Pembacaan Shalawat Burdah setiap malam minggu3. Pengajian Agama setiap malam Senin