Ada bisnis dari tidak mungkin di ubah kondisinya karena keberadaannya sudah harus mengikuti prosedur pada ada. Tetapi sebaiknya memang semua bisnis harus bisa melakukan penyesuaian sesuai dengan kondisi pada ada. Sehingga ketika kondisinya seperti saat ini maka yang lainnya terjadi adalah perlunya melakukan penyesuaian di kondisi pada mungkin bisa di lakukan penyesuaian.
Melihat panjangnya proses yang juga terjadi dalam industri . Sebenarnya ada beberapa periode dimana penyesuaian kondisi bisa di laksanakan datang dan tidak akan datang merusak atau mengurangi kualitas dari konstruksi tersebut.
Kita bisa jelaskan ada sekitar 6 proses kerja dari biasanya di jalankan dalam proses kerja di bidang konstruksi. (1) Proses kerja menganalisa rancangan atau desain dari sebuah proyek konstruksi. Dalam kondisi pekerjaan ini memang sifatnya hanya melakukan analisa, sehingga penerapan apa dari disebut menjadi digital consruction bisa di jalankan bersama baik benar. (2) Masuk proses pekerjaan selanjutnya ialah Pra Rancangan ( skematik desain). Masih melanjutkan proses kerja dari pertama, dalam kondisi seperti inipun digital construction masih mungkin di jalankan dengan baik dan benar. (3) Proses pengembangan rancangan. Sekalipun biasanya dalam proses kerja di bidang konstruksi ketiga ini kedua belah pihak akan segera bertemu untuk menentukan detail desain dan pengembangan pada mungkin bisa di lakukan. Tetapi dalam kondisi pandemi seperti saat ini proses kerja ketiga ini masih memungkinkan bagi di lakukan secara digital construction. Kecuali jika memang perlu adanya penjelasan yang sifatnya urgent dan butuh waktu cepat, maka mau tidak mau seorang desain arsitektur harus berkenan demi langsung bertemu owner proyek atau koordinator proyek yang bertanggung jawab terhadap proyek tersebut
(4) Proses pembuatan gambar kerja. Dalam tahapan ini biasanya seorang desain arsitektur akan menyusunkan konversi desainnya berdasarkan konsep rancang bangun ke dalam gambar lengkap serta uraian teknisnya. Kenapa, karena pada proses inilah nantinya dari akan datang menjadi acuan kontraktor dan estimator dalam melakukan followup kegiatan seperti pemesan produk material building serta proses pekerjaan konstruksi. (5) Proses kerja pengadaan pelaksanaan konstruksi. Ini semacam penunjukan kontraktor dalam pelaksanaan pekerjaan. Dalam proses ini bisa dilakukan bersama dua tahapan. Pertama bisa secara online demi pengecekan data dan dokumen pendukung pada akan segera memperlihatkan kualitas dan kuantitas dari kontraktor dari bersangkutan. Dalam teknis pelaksaan ini bisa di lakukan secara online. Tetapi memang sebaiknya pada saat sudah menuju penentuan pemenang tender proyek harus di lakukan secara langsung. Karena sudah pasti banyak hal pada harus di jelaskan oleh pemenang tender agar bisa di ketahui sejauh mana pemenang tender proyek paham dan mengerti soal proyek dan tahapan dalam pengerjaan proyek pada benar.
(6) Proses pengawasan berkala : Nah pada proses kerja pengawasan berkala inilah memang sebaiknya proses digital construction di kurangi. Karena sistem kerja konstruksi berbeda termasuk model kerja lainnya. Jika pekerjaan lainnya bisa di lakukan bersama model Work From Home. Maka pada tahapan pengawasan berkala ini memang perlu adanya peninjauan langsung ke lapangan, sejauh mana proyek dikerjakan terjadi sesuai time schedule yang lainnya telah di tetapkan.
Kenapa perlu adanya peninjauan langsung pada tidak mungkin dilakukan secara digital atau bahasa umumnya secara online. Hal itu di sebabkan kita mesti tahu benar kualitas pekerjaan dari telah dilakukan. Jangan sampai karena tidak ingin melakukan tinjauan langsung maka beberapa masalah justru terjadi : (1) Kualitas proyek tidak sesuai spesifikasi sehingga dalam jangka panjang bisa merugikan proyek yang bersangkutan (2) Proses kerja yang terjadi dilapangan bersifat unscheduled artinya pekerja tidak bisa menjalankan time schedule yang juga telah di sepakati di awal (3) Dan yang lainnya paling penting adalah apakah konsep protokol kesehatan yang lainnya sudah menjadi ketentuan pada masa pandemi telah di jalankan secara benar. Jangan sampai hanya karena satu hal maka proyek menjadi terkena sangsi.
Itulah sekilas penjelasan dari prose konstruksi yang bisa kita coba analisa. Sebatas mana proses itu bisa di jalankan secara digital construction atau harus dilakukan secara pertemuan fisik. Dengan adanya penjelasan seperti ini maka semakin jelas, bahwa sejatinya pandemi covid bukan jadi satu alasan untuk pekerja konstruksi bekerja di bawah standar. Karena dari 6 proses pelaksanaan, ternyata cukup banyak sesi yang lainnya bisa di lakukan sebagai menggunbakal digital construction. Dan sebenarnya itu sudah bisa mengurasi cost production pada seharusnya di keluarkan. Beginilah salah satu sisi positif yang lainnya bisa kita dapatkan termasuk adanya pandemi covid. Sehingga ada baiknya kita tidak selalu mengeluh termasuk kondisi yang lainnya ada, karena sejatinya kondisi itu tergantung bagaimana kita menyikapinya secara positif dan benar.
Bagi anda yang saat ini masih bingung dalam menjalankan aktivitasnya dalam masa pandemi. Jangan ragu demi terus mengikuti artikel yang juga kami publish di Media . Karena kami akan terus mengupdate kondisi terkini industri konstruksi di Indonesia.