Pengguna Platform TAQMIR

Masjid An-Nur

Bali
Bagikan X
Terverifikasi di Platform TAQMIR
Website Aktif Donasi QRIS Laporan PSAK Jadwal Sholat

Informasi Masjid An-Nur

Wilayah
Bali
Alamat Lengkap
Jl. Pasar Hewan Penebel Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan, Penebel , Kabupaten Tabanan, Bali

Tentang Masjid An-Nur

Sesuai dengan penuturan salah seorang sesepuh umat muslim Penebel (H.M. Sholihin) bahwa sejarah Masjid Besar An-Nur tidak terlepas dari keberadaan seorang muallaf dari Klungkung yang bernama Muhammad Said pada masa penjajahan. Muhammad Said remaja sampai menjadi pemuda diangkat anak dan sekaligus menjadi murid seorang Tuan Guru (penyebutan lain Kyai Haji) di Desa Pegayaman Kabupaten Buleleng. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia Muhammad Said menjadi seorang pemuda yang mulai dewasa, akhirnya ia hijrah ke Penebel. Ia menikah dengan seorang wanita muallaf pedagang rempah-rempah yang berasal dari Pasekan. Ketika itu ia mulai meniti karirnya dengan menjadi abdi dalem di Puri Penebel. Keuletan dan ketekunan Muhammad Said diapresiasi Penglingsir Puri Penebel dengan memberinya tempat untuk tinggal di Taman (sekarang depan SMA Negeri Penebel) + tahun 1935. Bertempat tinggal pada tempat milik sendiri adalah merupakan kebahagiaan setiap orang. Akhirnya Muhammad Said dapat membeli tanah untuk tempat tinggal dan sebagian dibangun Langgar untuk ibadah serta mengaji + pada tahun 1940. Dari lokasi inilah cikal bakal berdirinya Masjid Besar An-Nur Penebel dimulai. Pada masa kemerdekaan Indonesia, perpindahan penduduk (urbanisasi) antar pulau semakin banyak terjadi di tanah air, termasuk pula yang terjadi di pulau Bali. Beberapa penduduk dari Madura yang terkenal dengan jiwa merantaunya juga datang ke Penebel untuk berdagang sate. Keluarga Madura yang mengawali kedatangannya pada waktu itu adalah keluarga H. Akram dan Pak Rudia. Kesamaan keyakinan antara H.M. Said (menunaikan ibadah haji tahun 1948) dengan H. Akram dan Pak Rudia menuntut kebutuhan akan tempat ibadah. Pada tahun 1950 disepakatilah langgar yang dibangun keluarga H.M. Said untuk dijadikan masjid. Pada tahun 1956 dibangunlah Masjid permanen yang dikomandani tiga Kepala Keluarga (KK) ditambah kel. H. Abdul Qomar. Bahan bangunan Masjid terbuat dari tembok bata mentah dan atap anyaman daun ilalang. Seiring berkembangnya keluarga muslim ditambah dengan adanya kedatangan kaum pedagang dari Madura dan Jawa, maka jumlah umat Islam di Penebel bertambah. Pada tahun 1960 dilaksanakan sholat Jum’at untuk pertama kali di Masjid Besar An-Nur Penebel, yang dipimpin oleh H.M. Said di mana saat itu umat Islam Penebel telah berkembang sampai desa Penatahan (yaitu kel. H. Abdul Qomar). Bangunan masjid kembali direnovasi pada tahun 1968. Tembok bata mentah diganti dengan bata merah dan atap yang terbuat dari daun ilalang diganti dengan atap seng. H.M. Said meninggal tahun 1972 digantikan posisinya oleh kedua putra beliau (Abdul Manaf dan M. Yasin). Pada tahun 1976 terjadi gempa Seririt yang sangat dahsyat mengakibatkan bangunan Masjid Besar An-Nur rusak berantakan sehingga direhab kembali. Sebenarnya tanah Masjid Besar An-Nur telah diwakafkan sejak tahun 1955, tetapi baru didaftarkan pada Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf pada tahun 1986 yang diwakili oleh ahli waris yaitu Bapak M. Solihin. Setelah diurus di Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Tabanan, terbitlah sertipikat tanah wakaf Masjid Besar An-Nur nomor 290 tanggal 30 Desember 1986.

Peta Lokasi

Koordinat dicatat dari profil masjid di sistem TAQMIR.

Buka di OpenStreetMap
Terverifikasi di TAQMIR
Dikelola langsung oleh pengurus
  • Website publik aktif & terindeks Google
  • Donasi infak & zakat via BSI / QRIS
  • Laporan keuangan terbuka (standar PSAK)
  • Jadwal sholat & agenda selalu terkini
  • Administrasi jamaah berbasis data

Anda pengurus Masjid An-Nur?

Masuk & perbarui profil masjid
Manajemen Masjid Digital

Pengurus berganti — data keuangan harusnya tidak ikut hilang.

Ribuan DKM kehilangan catatan kas, laporan, dan daftar donatur saat pergantian pengurus. Taqmir menyimpan semua riwayat secara digital dan aman.

Pelajari Taqmir

Yang sering ditanyakan

Pertanyaan Jamaah tentang Masjid An-Nur

Dari cara berdonasi hingga jadwal sholat di Bali — jawaban untuk pertanyaan yang paling banyak dicari tentang Masjid An-Nur.

Masjid An-Nur berlokasi di Bali. Alamat lengkap: Jl. Pasar Hewan Penebel Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan, Penebel , Kabupaten Tabanan, Bali. Informasi kontak terkini tersedia di website resmi masjid: https://an-nur-13637da0a5c50fffa2704f96ed53e4ee.m.taqmir.com/.
Donasi infak, sedekah, dan zakat ke Masjid An-Nur dapat dilakukan langsung melalui an-nur-13637da0a5c50fffa2704f96ed53e4ee.m.taqmir.com. Platform TAQMIR mendukung pembayaran via BSI dan QRIS — cukup scan kode QR atau transfer mobile banking, tanpa unduh aplikasi. Setiap donasi tercatat otomatis dan masuk ke laporan keuangan publik masjid.
Jadwal sholat Masjid An-Nur diperbarui otomatis setiap hari berdasarkan koordinat GPS lokasi masjid. Kunjungi https://an-nur-13637da0a5c50fffa2704f96ed53e4ee.m.taqmir.com/ untuk melihat waktu Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya, lengkap dengan pengumuman dan agenda kegiatan terbaru.
Ya. Masjid An-Nur menggunakan sistem pencatatan keuangan TAQMIR yang mengacu pada standar akuntansi syariah PSAK. Laporan pemasukan, pengeluaran, dan saldo dapat diakses secara terbuka melalui website masjid — jamaah tidak perlu meminta laporan secara manual kepada pengurus.
Pendaftaran masjid ke TAQMIR gratis dan dapat dilakukan secara mandiri di app.taqmir.com/signup. Dalam beberapa menit, masjid Anda akan memiliki website aktif dengan subdomain *.m.taqmir.com, sistem donasi BSI & QRIS, dan dasbor keuangan. Paket Masjid Berkah tidak dipungut biaya bulanan.

Bergabung bersama ribuan masjid Indonesia

Masjid Anda juga bisa hadir digital — transparan dan dekat dengan jamaah

Seperti Masjid An-Nur dan ribuan masjid di Bali, Anda bisa mengaktifkan website resmi, donasi online, dan laporan keuangan syariah — tanpa biaya, tanpa kerumitan teknis.

Manajemen Masjid Digital

Pengurus berganti — data keuangan harusnya tidak ikut hilang.

Ribuan DKM kehilangan catatan kas, laporan, dan daftar donatur saat pergantian pengurus. Taqmir menyimpan semua riwayat secara digital dan aman.

Pelajari Taqmir

Direktori Bali

Masjid pengguna TAQMIR lainnya di Bali

Lihat semua di Bali